Translate

Tuhan Adalah Gembala, Mengapa Aku Kekurangan?

Tuhan adalah gembala, mengapa aku kekurangan? ~ Landasan firman Tuhan untuk tema Tuhan adalah gembala, mengapa aku kekurangan? Diambil dari kitab Mazmur 23. Secara lengkap kebenaran firman Tuhan tersebut saya lampirkan di bawah ini. TUHAN, gembalaku yang baik. 23:1 Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. 23:2 Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang; 23:3 Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya. 23:4 Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku. 23:5 Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah. 23:6 Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.
HIDUPMU BERKEKURANGAN?. Kurang artinya tidak cukup. Dibawah pas-pasan. Hidup berkekurangan tidak disukai semua orang. Makan sedikit, uang belanja sedikit, tabungan sedikit. Mau jalan jalan tidak bisa, mau makan enak sulit, mau belanja banyak juga tidak mungkin. Tidak disukai namun terpaksa dijalani. Habis mau apa lagi ? APA DASARNYA DAUD BERKATA JIKA TUHAN GEMBALANYA HIDUPNYA TAKKAN KEKURANGAN?. Daud punya segudang pengalaman. Mengalami kelaparan, kehausan dan berbagai penderitaan dan berhasil melampauinya telah mengukir hati Daud, bahwa Tuhan, Sang Gembala Agung selalu mencukupinya. Ditengah kepungan musuhpun, pada saat ia diteror, dikejar kejar oleh raja Saul untuk dibunuh, Sang Gembala Agung tetap memeliharanya. Tuhan bekerja diluar daya pikir Daud. Yang tidak mungkin, menjadi mungkin. Yang mustahil, menjadi kenyataan. Sang Gembala selalu bersamanya, mengawal dan melindunginya. Profesinya sewaktu ia masih muda sebagai gembala domba, sangat membekas dalam hatinya. Gembala selalu membawa domba dombanya kerumput yang hijau dan ke mata air yang jernih. Gembala tidak pernah sedetikpun meninggalkannya. Itu juga yang dialami dalam hidupnya. Sepahit apapun hidupnya, segelap apapun jalannya, setinggi apapun gunung yang harus didakinya, securam apapun lembah yang harus dituruninya, pengalamannya berkata, Tuhan selalu menyertainya. Itulah sebabnya diakhir hidupnya, saat usianya meninggi, Daud mampu bersaksi dengan lantang demikian : Dahulu aku muda, sekarang telah menjadi tua, tetapi tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan, atau anak cucunya meminta-minta roti” – Mazmur 37:25. DIMANA POSISI HIDUP ANDA SAAT INI? Sedang diatas ? Atau dibawah ? Apa yang anda rasakan ketika anda dibawah? Anda ditinggalkan orang orang yang selama ini dekat dengan anda? Anda sendirian dilembah kesusahan? Hanya angin yang menjadi saksi hidup bahwa teman ada ketika anda berharta. Teman pergi ketika anda merintih. Jangan berkeluh kesah ! Dan jangan juga sampai berputus asa ! Tuhan adalah Pribadi yang OMNI PRESENT. Maha hadir, tetap hadir dalam hidupmu, tidak perduli sesusah apapun hidupmu. Jangan kecewa, tapi tetaplah tertawa. Dia ada untuk menghiburmu, menguatkanmu, membebaskanmu dari rantai sengsara. Respon panggilannya untuk anda berikut ini : Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu” – Matius 11:28. Anda mau kan mengikuti-Nya? Jangan tunda lagi ! Mari bersimpuh dikakiNya, bisikkan lirihmu, menggugah nuraniNya. Tuhan, tolonglah aku.

Post a Comment for "Tuhan Adalah Gembala, Mengapa Aku Kekurangan?"