Hidup Dalam Ketaatan - Renungan Harian
Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Hidup Dalam Ketaatan

HIDUP DALAM KETAATAN ~ Landasan firman Tuhan untuk hidup dalam ketaatan diambil dari injil Yohanes. Demikianlah sabda Tuhan, “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku” (Yohanes 14:15).

Bacaan Alkitab Setahun: Bilangan 28-30

Seorang pemuda pernah bersaksi tentang masa-masa sulit dalam hidupnya. Ia dibesarkan dalam keluarga Kristen, aktif di gereja, bahkan terlibat dalam pelayanan musik. Namun ketika memasuki dunia kerja, ia mulai berkompromi dengan nilai-nilai yang ia yakini. Demi promosi jabatan, ia setuju memanipulasi laporan keuangan kecil-kecilan. Hatinya gelisah.

Ia tetap bernyanyi di gereja setiap Minggu, tetapi kehilangan damai sejahtera. Hingga suatu hari, dalam pembacaan pribadinya, ia merenungkan Yohanes 14:15. Kalimat Yesus itu sederhana namun menembus hatinya: kasih kepada Kristus tidak diukur dari aktivitas religius, melainkan dari ketaatan. Ia memilih mengakui kesalahannya dan menanggung konsekuensinya. Ia memang kehilangan promosi, tetapi menemukan kembali damai yang sejati.

Yohanes 14:15 berada dalam konteks amanat perpisahan Yesus kepada murid-murid-Nya. Kasih dan ketaatan ditempatkan dalam hubungan yang tidak terpisahkan. Kata “menuruti” dalam teks Yunani (tēreō) berarti menjaga, memelihara, atau memegang teguh. Artinya, ketaatan bukan sekadar kepatuhan lahiriah, melainkan komitmen batin untuk memelihara kehendak Kristus dalam seluruh aspek hidup. Kasih kepada Yesus bukan emosi sentimental, tetapi kesetiaan yang nyata.

Ketaatan adalah bukti autentik dari relasi yang hidup dengan Tuhan. Dunia sering memisahkan antara iman dan tindakan, tetapi Yesus mempersatukannya. Mengasihi Dia berarti menjadikan firman-Nya standar hidup. Ketaatan memang tidak selalu mudah. Kadang kita harus memilih antara popularitas dan integritas, kenyamanan dan kebenaran. Namun di situlah kualitas kasih kita diuji.

Ada tiga aplikasi praktis bagi kita, yaitu:

Pertama, taat dalam perkara kecil. Ketaatan bukan hanya soal keputusan besar, tetapi juga kesetiaan dalam hal-hal sederhana: berkata jujur, menepati janji, mengampuni orang lain. Tuhan membentuk karakter melalui hal-hal kecil yang konsisten.

Kedua, taat meskipun ada risiko. Mengikut Kristus kadang berarti berjalan berlawanan dengan arus. Namun ketaatan selalu menghasilkan pertumbuhan rohani dan kesaksian yang berdampak. Lebih baik kehilangan pujian manusia daripada kehilangan perkenanan Tuhan.

Ketiga, taat karena kasih, bukan karena takut. Motivasi ketaatan Kristen bukanlah ancaman hukuman, melainkan respons syukur atas kasih karunia. Ketika kita menyadari betapa besar kasih Kristus di kayu salib, ketaatan menjadi ungkapan cinta, bukan beban.

Hidup dalam ketaatan adalah perjalanan seumur hidup. Kita mungkin jatuh, tetapi Roh Kudus menolong kita untuk bangkit kembali. Setiap langkah taat membawa kita semakin serupa dengan Kristus.

Doa
Tuhan Allah yang penuh kasih, ajar kami mengasihi-Mu bukan hanya dengan kata-kata, tetapi melalui ketaatan yang nyata. Tolong kami setia dalam perkara kecil, berani dalam tantangan, dan tulus dalam motivasi. Bentuk hati kami agar selalu rindu melakukan kehendak-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa, Amin. 🙏

Post a Comment for "Hidup Dalam Ketaatan"

Translate