Persembahan Yang Mendatangkan Perkenanan Ilahi - Renungan Harian
Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Persembahan Yang Mendatangkan Perkenanan Ilahi

PERSEMBAHAN YANG MENDATANGKAN PERKENANAN ILAHI
Habel juga mempersembahkan korban persembahan dari anak sulung kambing dombanya, yakni lemak-lemaknya; maka TUHAN mengindahkan Habel dan korban persembahannya itu” (Kejadian 4:4).

Bacaan Alkitab Setahun: Ulangan 32-34

Seorang pelayan Tuhan pernah menceritakan kisah nyata tentang seorang ibu sederhana di desa. Setiap minggu ia datang beribadah dengan membawa persembahan yang nilainya sangat kecil jika dibandingkan dengan orang lain. Kadang hanya beberapa lembar uang yang sudah dilipat rapi. Namun suatu hari, ketika ditanya mengapa ia selalu memberi dengan setia meskipun hidupnya pas-pasan, ibu itu menjawab, “Saya tidak memberi karena saya berlebih, saya memberi karena Tuhan terlebih dahulu baik kepada saya.”

Jawaban itu sederhana, tetapi sangat dalam. Ia memahami bahwa persembahan bukan sekadar urusan jumlah, melainkan urusan hati. Di hadapan manusia, persembahannya mungkin tampak kecil. Namun di hadapan Tuhan, persembahan itu berharga karena lahir dari kasih, iman, dan penghormatan yang tulus.

Kejadian 4:4 memperlihatkan hal yang sama melalui kisah Habel. Alkitab mencatat bahwa Habel mempersembahkan “dari anak sulung kambing dombanya, yakni lemak-lemaknya.” Ini menunjukkan bahwa Habel memberikan yang terbaik, bukan yang sisa. Ia datang kepada Tuhan dengan sikap hormat, iman, dan ketulusan.

Karena itu firman Tuhan berkata bahwa TUHAN mengindahkan Habel dan persembahannya. Yang menarik, Tuhan lebih dahulu mengindahkan Habel, lalu persembahannya. Artinya, perkenanan ilahi tidak pertama-tama tertuju pada benda yang diberikan, tetapi pada pribadi yang mempersembahkannya. Persembahan yang berkenan di hadapan Tuhan selalu berhubungan dengan hati yang benar di hadapan-Nya.

Dari kisah ini kita belajar bahwa Tuhan tidak dapat disuap dengan ritual. Ia melihat motivasi terdalam manusia. Persembahan yang mendatangkan perkenanan ilahi adalah persembahan yang lahir dari iman, kasih, dan penyerahan diri. Habel tidak sekadar memberi sesuatu kepada Tuhan, tetapi melalui persembahannya ia menunjukkan bahwa Tuhan layak menerima yang terutama dalam hidupnya. Inilah inti ibadah sejati. Persembahan bukan formalitas rohani, melainkan ekspresi hati yang mengakui kedaulatan, kebaikan, dan kekudusan Allah.

Bagi orang percaya masa kini, prinsip ini tetap relevan. Tuhan tidak hanya melihat berapa banyak yang kita berikan, tetapi bagaimana kita memberi. Apakah kita memberi dengan sukacita? Apakah kita memberi dengan iman? Apakah kita memberi dari hati yang mengasihi Tuhan? Persembahan yang benar adalah persembahan yang mengalir dari kehidupan yang sudah lebih dahulu disentuh oleh kasih karunia Allah. Ketika hati kita benar, maka apa yang kita bawa kepada Tuhan pun menjadi harum di hadapan-Nya.

Ada tiga aplikasi praktis yang dapat kita lakukan, yaitu: Pertama, belajarlah memberi yang terbaik kepada Tuhan, bukan sisa waktu, sisa tenaga, atau sisa berkat. Kedua, periksalah motivasi hati setiap kali memberi, supaya persembahan kita lahir dari kasih dan iman, bukan karena terpaksa atau demi dilihat orang. Ketiga, jadikan seluruh hidup sebagai persembahan, sebab Tuhan bukan hanya menghendaki uang atau materi, melainkan ketaatan, kekudusan, dan penyerahan diri kita sepenuhnya.

Doa:
Tuhan Allah yang setia, ajarlah kami membawa persembahan yang berkenan di hadapan-Mu. Murnikan hati kami supaya kami tidak memberi karena kebiasaan atau kewajiban, tetapi karena kasih dan iman kepada-Mu. Tolong kami untuk selalu memberikan yang terbaik dari hidup kami bagi kemuliaan nama-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa, Amin.🙏

 

Post a Comment for "Persembahan Yang Mendatangkan Perkenanan Ilahi"

Translate