Karya Penebusan Yang Sempurna di Salib
Karya Penebusan yang Sempurna di Salib
“Sesudah Yesus meminum
anggur asam itu, berkatalah Ia: ‘Sudah selesai.’ Lalu Ia menundukkan kepala-Nya
dan menyerahkan nyawa-Nya” (Yohanes 19:30).
Bacaan Alkitab Setahun: 2 Raja-raja 1-4
Dalam sejarah bangsa Israel, ada satu peristiwa yang sangat kuat menggambarkan karya penebusan, yaitu saat perayaan Paskah pertama di Mesir (Keluaran 12). Pada malam itu, setiap keluarga Israel harus menyembelih anak domba yang tidak bercacat, lalu mengoleskan darahnya pada tiang pintu rumah mereka.
Ketika
malaikat maut melintasi Mesir, ia akan “melewati” rumah-rumah yang ditandai
dengan darah tersebut. Darah anak domba menjadi tanda keselamatan, bukan karena
usaha manusia, tetapi karena ketaatan kepada perintah Tuhan. Peristiwa ini
bukan sekadar sejarah, melainkan bayangan dari karya Kristus di salib.
Ketika Yesus berkata, “Sudah selesai,” Ia tidak sedang menyerah, Ia sedang menyatakan kemenangan. Dalam bahasa Yunani, kata yang digunakan adalah tetelestai, yang berarti “telah diselesaikan secara sempurna” atau “telah lunas dibayar.” Ini adalah deklarasi bahwa seluruh tuntutan keadilan Allah atas dosa manusia telah dipenuhi sepenuhnya. Tidak ada lagi yang kurang. Tidak ada lagi yang perlu ditambahkan.
Penebusan Kristus bersifat final dan sempurna. Ia adalah Anak Domba Allah yang sejati, yang darah-Nya tidak hanya menutupi dosa, tetapi menghapusnya. Jika darah anak domba Paskah menyelamatkan Israel dari kematian fisik, maka darah Kristus menyelamatkan kita dari kematian kekal. Ini bukan hasil usaha manusia, bukan karena moralitas, bukan karena religiusitas, tetapi murni karena anugerah Allah melalui pengorbanan Yesus.
Dari kebenaran ini, ada tiga aplikasi praktis
yang dapat kita lakukan, yaitu:
Pertama, hiduplah dalam kepastian keselamatan. Banyak orang Kristen masih hidup dalam rasa bersalah dan ketakutan seolah-olah karya Kristus belum cukup. Padahal, jika Yesus sudah berkata “Sudah selesai”, maka kita tidak perlu menambahkan apa pun. Iman kita harus berakar pada karya Kristus, bukan pada performa diri.
Kedua, tinggalkan dosa dengan kesadaran akan harga penebusan. Dosa bukan sesuatu yang ringan, ia dibayar dengan darah Kristus. Kesadaran ini seharusnya membangkitkan hidup yang kudus, bukan karena tekanan hukum, tetapi karena respons kasih.
Ketiga, bagikan kabar keselamatan kepada orang lain. Jika
penebusan ini benar-benar sempurna dan tersedia bagi semua orang, maka kita
tidak bisa diam. Dunia membutuhkan Injil dan kita adalah saksi dari karya salib
itu.
Akhirnya, salib bukan simbol kekalahan, tetapi kemenangan terbesar dalam sejarah. Di sana, kasih dan keadilan Allah bertemu secara sempurna.
Doa:
Tuhan Yesus, terima kasih
atas karya penebusan-Mu yang sempurna di kayu salib. Engkau telah menyelesaikan
semuanya bagi kami. Tolong kami untuk hidup dalam iman yang teguh, meninggalkan
dosa, dan menjadi saksi bagi kemuliaan-Mu. Ajar kami menghargai pengorbanan-Mu
dengan hidup yang berkenan kepada-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa, Amin.🙏

Post a Comment for "Karya Penebusan Yang Sempurna di Salib"