Kristus Mediator yang Hidup
Kristus Mediator yang Hidup
“Sebab itu Ia sanggup juga menyelamatkan dengan sempurna semua orang yang oleh Dia datang kepada Allah. Sebab Ia hidup senantiasa untuk menjadi Pengantara mereka” (Ibrani 7:25).
Bacaan Alkitab Setahun: 2 Raja-raja 12-14
Pada masa perjalanan bangsa Israel di padang gurun, ada satu peristiwa krusial yang menunjukkan pentingnya seorang mediator. Ketika bangsa Israel membuat anak lembu emas (Keluaran 32), murka Tuhan menyala terhadap mereka. Dalam situasi itu, Musa tampil sebagai perantara. Ia naik menghadap Tuhan, memohon pengampunan bagi umat yang telah berdosa.
Bahkan
Musa berkata, “Ampunilah kiranya dosa mereka itu dan jika tidak, hapuskanlah
kiranya namaku dari dalam kitab yang telah Kau tulis” (Kel. 32:32). Ini adalah
gambaran luar biasa tentang seorang mediator yang berdiri di antara Allah yang
kudus dan manusia yang berdosa. Namun, Musa tetap manusia terbatas. Ia tidak
dapat menyelamatkan umat secara sempurna. Ia hanya menjadi bayangan dari
Mediator yang sejati, yaitu Yesus Kristus.
Ibrani 7:25 menegaskan bahwa Yesus adalah Mediator yang hidup. Ia bukan sekadar pernah menjadi perantara, tetapi Ia terus hidup untuk menjadi Pengantara kita. Ini berarti karya-Nya tidak berhenti di salib saja, tetapi berlanjut dalam pelayanan surgawi, membela, mendoakan, dan menjamin keselamatan kita di hadapan Allah.
Ada tiga kebenaran penting di sini. Pertama, keselamatan dalam Kristus bersifat sempurna. Tidak ada dosa yang terlalu besar yang tidak dapat diampuni oleh Dia. Kedua, hubungan kita dengan Allah tidak lagi bergantung pada usaha manusia, tetapi pada karya Kristus yang terus berlangsung. Ketiga, kita memiliki jaminan kekal karena Mediator kita tidak pernah mati lagi, Ia hidup selamanya.
Ada beberapa aplikasi
praktis yang dapat kita lakukan, yaitu:
Pertama, datang
kepada Allah dengan keyakinan penuh. Jangan biarkan rasa bersalah menghalangi
kita untuk berdoa. Kristus adalah Pengantara kita yang membuka jalan kepada
Bapa.
Kedua, hidup dalam pertobatan yang terus-menerus. Karena Yesus terus menjadi Pengantara,
kita dipanggil untuk terus memperbarui hidup, bukan hidup dalam dosa.
Ketiga, meneladani hati seorang mediator. Seperti Kristus dan juga Musa, kita dipanggil untuk mendoakan orang lain menjadi perantara dalam doa bagi keluarga, gereja, dan bangsa.
Doa:
Tuhan
Yesus, terima kasih karena Engkau adalah Mediator yang hidup. Engkau tidak
pernah berhenti mengasihi dan membela kami di hadapan Bapa. Ajarlah kami untuk
datang kepada-Mu dengan iman yang teguh, hidup dalam pertobatan, dan memiliki
hati yang mau berdoa bagi sesama. Kuatkan kami untuk hidup seturut kehendak-Mu
setiap hari. Di dalam nama-Mu Tuhan Yesus kami berdoa, Amin.🙏

Post a Comment for "Kristus Mediator yang Hidup"